Sekda Buka Musyawarah Daerah I MUI Butur Tahun 2024

  • Dec 29, 2024
  • Diskominfosandi Kab.Buton Utara

Buranga Infokom News-Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Utara, Muh. Hardhy Muslim, SH, M.Si mewakili Bupati Buton Utara membuka secara resmi Musyawarah Daerah I (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buton Utara Tahun 2024 bertempat di Aula Hotel Saraea, Minggu, 29 Desember 2024.

Musyawarah Daerah(Musda) Majelis Ulama Indonesia(MUI) bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota, membahas kepengurusan, menyusun rencana program kerja dan memenuhi agenda konstitusional.

Hardhy Muslim dalam sambutannya menjelaskan bahwa MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, zuama dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina dan mengayomi umat Islam Indonesia yang lahir pada tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta.

"MUI bertugas membantu pemerintah dalam hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat Islam berupa fatwa dengan kehalalan produk makanan dan minuman, penentuan kebenaran semua aliran dalam syariat Islam dan hal-hal yang berkaitan dengan muslim dan lingkungan hidup", imbuhnya.

Menurutnya, MUI merupakan rumah besar bagi umat Islam yang diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan umat sekaligus berperan sebagai pelindung umat sehingga kehidupan umat beragama dapat kebih kondusif, aman dan damai.

Ada lima poin harapan kepada Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Buton Utara yaitu: 1) MUI sebagai wadah musyawarah para cendikiawan muslim untuk membahas dan memutuskan berbagai agenda MUI untuk umat dan bangsa dengan inti umat rukun, Indonesia maju; 2) Wadah ini dapat digunakan sebagai forum konsolidasi dalam memperkuat peran dan sumbangsih MUI dalam kehidupan keagamaan, kemasyarakatan dan persahabatan; 

3) Menjadi forum penyerapan aspirasi umat Islam dan respon ulama mengenai masalah-masalah yang ada; 4) Menjadi forum silaturahim antar komponen umat dalam rangka meningkatkan partisipasi umat; dan 5) MUI adalah mitra dari pemerintah dengan kata lain Shadiqul Hukumah, harapnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Dakwah MUI Sulawesi Tenggara, Dr. Jahada, M. Ag menguraikan bahwa Majelis Ulama bukan hanya sekedar simbol yang ada dalam kehidupan masyarakat, tetapi peran dan fungsinya harus dikembangkan dengan baik secara fungsional.

MUI sebagai pengawal umat Islam yang tentu tidak membiarkan umat Islam hidup dalam kehidupan yang tidak benar terutama di era modernisasi dan globalisasi sehingga diperlukan wawasan pengetahuan sebagai pijakan dalam beragama.

"Harapannya melalui Musda kali ini akan menghasilkan kepengurusan yang baik, sehingga dengan kepengurusan yang baik akan menghasilkan program kerja yang baik pula ke depannya", pungkasnya.

Turut hadir: Plt. Kadis Kominfo, La Nita, S.Pd, M.M, Kadis Pertanian, Ir. Yusuf, M.AP selaku ketua ormas Nahdatul Ulama (NU) Buton Utara, perwakilan Dandim 1429, pengurus MUI Butur, dan utusan perwakilan ormas Islam di Butur.

(MC: Reporter Sitti Hariani, Redaktur Nasriah)